• Home
Pelita Sumbar
  • ENTERTAIMENT
  • LIFE STYLE
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
No Result
View All Result
  • ENTERTAIMENT
  • LIFE STYLE
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
No Result
View All Result
Pelita Sumbar
No Result
View All Result
Home PEMERINTAHAN

Untuk Pemilih Pemula, Hidayat: Budaya Apatis Harus 

Senin, 25/9/23 | 05:06 WIB
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG,  – Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada perhelatan pesta demokrasi 2024 (Pemilu-red), dibutuhkan sosialisasi strategis seperti dialog ruang publik untuk mengikis budaya apatis.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat saat mewakil Ketua DPRD Sumbar, Supardi dalam program Parlemen Menjawab yang diselenggarakan oleh RRI Pro 1 Padang di SMK 7 Kota Padang, Selasa (19/9).

Dia mengatakan, tidak bisa dipungkiri pemilih pemula yang mayoritas kaum milenial sedikit apatis untuk menggunakan hak pilih pada proses Pemilu.

Mereka memiliki presepsi bahwa politik itu bukan sesuatu yang bersih, “bahkan” ada juga terbangun anggapan bahwa dewan yang dipilih tidak menjalankan tugas sesuai amanat konstitusi.

“Oleh karena itu program Dialog Parlemen Menjawab dengan tema Pemilih Pemula Cerdas dan Berintegritas merupakan upaya strategis untuk memberikan pemahaman akan pentingnya proses demokrasi, sehingga budaya-budaya apatis bisa terkikis dan partisipasi pemilih lebih meningkat,” kata Hidayat.

Dia mengatakan, pentingnya memilih pada Pemilu merupakan upaya untuk memperbaiki hingga mengoptimalkan pembangunan daerah, pada sektor pendidikan contohnya, DPRD dan Pemprov Sumbar tengah mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana SMK hingga menambah pendapatan guru honorer.  LSemua itu bisa dilaksanakan dengan upaya-upaya politik, jika semua Fraksi di DPRD sepakat maka disetujukan lah kebijakan itu bersama Pemprov Sumbar.

Terkait hal tersebut dia mendorong pemilih pemula untuk terus menegakan integritas dan cerdas dalam memilih sosok pemimpin. Jangan hanya karena amplop, maka kita rela menggadaikan kelangsungan daerah kepada orang yang salah.

“Sejatinya, anggota dewan itu kantornya bukan di gedung di parlemen saja, namun juga tempat-tempat dimana aspirasi masyarakat itu berada, mulai dari kedai-kedai hingga rumah ibadah,” katanya.

Sementara itu Ketua Divisi Partisipasi, sosialisasi masyarakat KPU Sumbar, Jons Menedi mengatakan, pada 2019 partisipasi pemilih Sumbar sebesar 75,63 persen pada 2024 KPU Sumbar akan berupaya untuk meningkatkan angka partisipasi.

Dia menjelaskan, bagaimana untuk menjadi pemilih pemula diantaranya genap berumur 17 tahun atau lebih pada hari pemungutan suara, sudah kawin, atau sudah pernah kawin;

Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibuktikan dengan KTP-el, tidak sedang menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Dalam program parlemen menjawab tersebut menghadirkan sejumlah pertunjukan, dari tarian-tarian tradisional Minangkabau hingga drama yang berjudul malin menjadi pemilih pemula.

Tim yang memainkan mini drama tersebut merupakan pemenang dari lomba tingkat nasional. Disela-sela drama itu komisioner KPU diajak ke panggung untuk mensosialisasikan cara untuk memilih bagi pemilih pemula

 

 

Previous Post

Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Berikan Pandangan Terhadap Ranperda Perubahan APBD 2023

Next Post

Progul Gubernur Dikritik DPRD Sumbar

Pelita Sumbar

Pelita Sumbar

Next Post

Progul Gubernur Dikritik DPRD Sumbar

Please login to join discussion
  • Home

Pelita Sumbar News @ 2023

No Result
View All Result
  • ENTERTAIMENT
  • LIFE STYLE
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK

Pelita Sumbar News @ 2023